Mahasiswa Jurusan Radiodiagnostik dan Radioterapi Politeknik Kesehatan Jakarta 2

Monday, 14 October 2013

Magnetic Resonance Imaging

Magnetic resonance Imaging (MRI)

Apa arti MRI itu???
MRI( Magnetic Resonance Imaging ) merupakan suatu alat diagnostik mutakhir untuk memeriksa dan mendeteksi tubuh anda dengan menggunakan medan magnet yang besar dan gelombang frekuensi radio, tanpa operasi, penggunaan sinar X, ataupun bahan radioaktif.
Dan berdasarkan dari pengertian secara fisis, MRI adalah suatu alat kedokteran di bidang pemeriksaan diagnostik radiologi, yang menghasilkan rekaman gambar potongan penampang tubuh / organ manusia dengan menggunakan medan magnet berkekuatan antara 0,064 – 1,5 Tesla (1 tesla = 10000 Gauss) dan resonansi getaran terhadap inti atom hidrogen.
Dasar dari pencitraan resonansi magnetik (MRI-Magnetic Resonance Imaging) adalah fenomena resonansi magnetik dari inti benda dimana sebuah inti benda yang dikenai medan meagnet kemudian mengasilkan gambar benda tersebut. Resonansi magnetik itu sendiri merupakan getaran inti atom karena adanya penyearahan momen magnetik inti dari bahan oleh medan magnetik luar dan rangsangan gelombang EM yang tepat dengan frekuensi gerak gasing inti tersebut.
Sebelumnya telah dijelaskan bahwa medan magnet yang digunakan berkekuatan dari 0,064 – 1,5 tesla. Dari interval tersebut, MRI dibagi menjadi 3 macam yang ditinjau dari kekuatanmedan magnetnya :
a. MRI Tesla tinggi ( High Field Tesla ) memiliki kekuatan di atas 1 – 1,5 T
b. MRI Tesla sedang (Medium Field Tesla) memiliki kekuatan 0,5 – T
c. MRI Tesla rendah (Low Field Tesla) memiliki kekuatan di bawah 0,5 T. 
Bagaimana cara kerja MRI??
  1. Pertama, putaran nukleus atom molekul otot diselarikan dengan menggunakan medan magnet yang berkekuatan tinggi.
  2. Kemudian, denyutan/pulsa frekuensi radio dikenakan pada tingkat menegak kepada garis medan magnet agar sebagian nuklei hidrogen bertukar arah.
  3. Selepas itu, frekuensi radio akan dimatikan menyebabkan nuklei berganti pada konfigurasi awal. Ketika ini terjadi, tenaga frekuensi radio dibebaskan yang dapat ditemukan oleh gegelung yang mengelilingi pasien.
  4. Sinyal ini dicatat dan data yang dihasilkan diproses oleh komputer untuk menghasilkan gambar otot.
  5.  

Computer Tomografi (CT Scan)



Computed Tomography (CT)
            Nama lain dari Computed Tomography yaitu : Computerized aided tomography (gambaran yang asli), Reconstructive tomography (Gambar tidak langsung jadi, harus direkonstruksi terlebih dahulu melalui komputer), Computed Transmission Tomography (eksposi dengan kV yang rendah menghasilkan gambaran yang kurang baik.  Sehingga untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik, sinar-X yang dihasilkan harus banyak untuk mendapatkan kV yang tinggi), Computerized Axial Tomography (biasanya dikerjakan untuk melihat potongan-potongan jaringan otak. Posisi axial merupakan posisi yang populer dan paling baik. Karena sejajar dengan basis cranii), Computerized Transverse Axial Tomography yaitu CT yang dapat memotong secara transversal.
            Berdasarkan perkembangan teknologi, CT mengalami beberapa perkembangan sesuai dengan kemajuan teknologi. Pesawat CT scan ditemukan pada tahun 1970 oleh Allan Carmack (fisikawan nuklir) dan Geoffrey Hounsfield (engineer). Dimana mereka menemukan dengan memproses sejumlah penyerapan sinar-X pada pertemuan baris dan kolom dari matrix jaringan tubuh, sehingga dengan teknik tersebut dapat dihasilkan citra lapisan tubuh.  CT awalnya digunakan untuk pemeriksaan jaringan otak yang mengkomersilkan atau memasarkan di Atkinson Morleys’s Hospital tahun 1971. CT pertama yaitu EMI CT Unit. Mempunyai ciri yaitu pemutarannya masih bersamaan dengan gantry dan meja kontrol seperti meja kontrol pada konvensional. Saat ini CT tersebut masih disimpan di Museum Jerman.


 






Gambar CT Generasi Pertama EMI CT Unit
            Terdapat beberapa perbedaan dari radiografi konvensional, Computed Radiography (CR), Computed Tomography (CT) yaitu :
      1.   Radiografi Konvensional
X-ray tube yang terdapat pada radiografi konvensional bersifat general. Film digunakan sebagai Image reseptor. Jenis film yang digunakan yaitu blue sensitive (monocromatic), yaitu film yang hanya peka terhadap 1 warna saja yaitu warna biru. Yang mempunyai ciri-ciri yaitu butiran yang dihasilkan tidak rapat (bentuk emulsi tidak beraturan), kontras yang dihasilkan pada gambar rendah. Image data berupa Laten Image. Display pada radiografi konvensional juga berupa film dan sifat imagingnya direct (secara langsung).
2.   Computed Radiography (CR)
X-ray tube pada CR sama seperti radiografi konvensional yaitu bersifat general. Pada computed radiography (CR) yang berperan sebagai image receptornya adalah Imaging Plate. Imaging Plate pada CR berfungsi menyimpan energi sinar x, imaging plate terbuat dari bahan Photostimulabel phosphor. Dengan menggunakan Imaging Plate  memungkinkan proses gambar pada sistem komputer radiografi untuk melakukan berbagai modifikasi. Image data pada CR berupa Digital Image. Display berupa monitor dan film. Sifat imaging bersifat indirect (tidak langsung).
3.   Computed Tomography (CT)
      X-ray tube pada CT sudah bersifat khusus. Image receptor yang digunakan berupa detektor. Image data sama seperti CR yaitu Digital Image. Display pada CT berupa monitor dan film. Sifat imaging pada CT bersifat indirect (tidak langsung).

Ø  Scanning yaitu selama eksposi, tabung dan detector dalam gantry mengelilingi objek pada terowongan gantry.
Ø  Detector yaitu menangkap sinar-x yang menembus objek, mengubah menjadi pulsa listrik kemudian mengirimkan ke ADC ( Analog to Digital Converter ).
Ø  ADC ( Analog to Digital Converter ) yaitu mengubah pulsa listrik menjadi data digital dan mengirimkan ke DAS.
Ø  DAS ( Data Acquisition system ) yaitu mengakuisisi data dan mengirim ke CPU.
Ø  CPU ( Central Processing Unit ) yaitu merekonstriksi gambar dan mengirim ke monitor, memori atau ke output devices.
Bagian-bagian yang terdapat pada CT yaitu :
Rounded Rectangle: PrinterRounded Rectangle: DisplayRounded Rectangle: MemoriRounded Rectangle: Generator X - RayPrinsip Kerja dari CT yaitu :



















Rounded Rectangle: C
P
U

Oval: Objek











Rounded Rectangle: AD Converter
 








           

            Dalam perkembangan waktu scanning dari CT Scan ini berkembang semakin cepat sejalan dengan perkembangan teknologi komputer yang telah ada. Dengan bertambahnya cepatnya waktu scanning, maka dikembangkan pula jumlahnya. Secara perkembangan CT dapat digambarkan sebagai berikut :

1.      CT Generasi Pertama
Perintis dari CT generasi pertama yaitu EMI, London pada tahun 1977. Pada CT generasi ini digunakan berkas sinar x tipis tunggal yang disebut “Pencil Beam”. Berkas sinar ini bertranslasi dan berotasi (gerakan menyilang dan berputar) mengelilingi pasien sampai 180º diikuti oleh detektor tunggal pada sisi yang lain. CT generasi ini hanya untuk CT kepala, karena waktu scanning yang sangat lama. Alasan yang utama adalah karena otak merupakan organ yang relatif tidak bergerak, sehingga lebih mudah untuk difoto dalam waktu yang cukup lama. Waktu scan dari CT generasi ini adalah 4,5-5,5 menit.






 






                                                                            
Gambar 1. CT Generasi Pertama
2.   CT Generasi Kedua
      Merupakan pengembangan dari CT generasi pertama. Pada CT generasi kedua ini dipakai berkas sinar-X tipis yang melebar yang disebut “Narrow Fan Beam”. Gerakan scanning adalah sama dengan generasi sebelumnya, yaitu bertranslasi dan berotasi mengelilingi objeknya sampai 180º. Detektor yang digunakan berjumlah 3-60 buah (Multy Detector) “Linear Array Detector”. CT pada generasi inipun masih hanya untuk scanning kepala saja, walaupun waktunya sudah semakin cepat. Waktu scanning 20 detik - 2 menit per slice.



 







Gambar CT Generasi Kedua

3.   CT Generasi Ketiga
      Merupakan pengembangan dari CT generasi kedua. Pada CT generasi ketiga dipakai berkas sinar-X tipis dan melebar seperti pada generasi kedua, tetapi dengan sudut yang lebih lebar hingga seluruh lingkaran tubuh pasien berada dalam berkas sinar-X tersebut. Berkas sinar-X ini biasa disebut “Wide Fan beam”. Karena sudut yang lebih lebar hingga seluruh tubuh pasien berada dalam berkas sinar-X tersebut, generasi ini tidak lagi diperlukan gerakan translasi seperti gerakan sebelumnya. Jadi gerakannya hanya berotasi saja. Gerakan rotasi ini diikuti oleh detektornya. Untuk menangkap berkas sinar yang semakin melebar itu, maka jumlah detektor yang dipergunakan berjumlah 10-280 (Multi Detektor) dengan “Curve Array Detector”. Waktu scanning yang dibutuhkan pada CT generasi ini untuk berotasi hanya 1,4-14 detik per scan slice, sehingga dapat dipakai untuk scanning seluruh organ tubuh pasien yang disebut dengan “Whole Body Scanner”.


 








Gambar CT Generasi Ketiga

  1. CT Generasi Keempat
Merupakan pengembangan dari generasi ketiga. Pada CT generasi keempat dipakai berkas sinar-X tipis dan melebar seperti pada generasi ketiga. Berkas sinar-X ini biasa disebut “Wide Fan Beam”. CT scan generasi ini detektornya berbentuk seperti cincin (ring) yang dinamakan “Slip Ring Detector”. Sehingga hanya tabungnya saja yang berputar. Detektornya statis (diam). Gerakannya biasa disebut stationary-rotate system. Detektor tersusun melingkar berbentuk lingkaran. Sekitar 424-2400 detektor (multi detektor) yang diperlukan. Tabung sinar-X berotasi mencapai 360º. Waktu yang dibutuhkan untuk satu kali scanning selama < 10 detik. CT pada generasi keempat ini bisa dipakai untuk scanning “Whole Body Scanner”.



 







Gambar CT Generasi Keempat

5.   CT Generasi Kelima
Merupakan pengembangan dari CT generasi keempat. Berkas sinar-X pada generasi ini sama dengan generasi sebelumnya yaitu “Wide fan Beam”. Gerakannya stationary-rotate system yaitu meja bergerak dalam terowongan gantry selama scanning yang biasa disebut Spiral CT. Detektornya juga tersusun melingkar berbentuk lingkaran seperti cincin yaitu slip ring detektor. Diperlukan sekitar 424-2400 detektor (multi detektor). Berkas sinar ini berotasi mencapai 360º. Keistimewaan dari CT generasi kelima yaitu : ukurannya relatif kecil dan compact,lebih tahan terhadap goncangan, memiliki kapasitas penahan panas yang tinggi, khusus untuk generasi kelima memiliki teknik memfokuskan berkas (Electron Beam Technique).


 


     






CT Generasi Kelima

Computed Tomography (CT) memiliki beberapa komponen, yaitu :
1.      Gantry
      Merupakan tempat yang besar, mempunyai terowongan. Gantry terdiri dari : X-ray tube, detektor, DAS. X-ray tube mempunyai karakteristik yaitu : memiliki fokus kecil (supaya tajam), anoda putar (agar tidak cepat aus), bekerja di atas tegangan 100 kV (agar dapat melakukan tembusan dengan baik), anoda heat unit capacity sampai dengan 2 juta HU (karena menghsilkan panas yang besar),  tahan terhadap goncangan (karena bergerak terus-menerus). Pada x-ray tube terdapat kolimator. Kolimator berfungsi sebagai alat pembatas berkas sinar-X. Kolimator yang terdapat pada rumah tabung dan detektor. Kolimator yang terdapat pada rumah tabung adalah : pencil beam collimator, fan beam collimator, open beam collimator. Sedangkan kolimator yang terdapat pada detektor terletak antara detektor dengan pasien. Fungsinya mengatur radiasi yang menuju detektor. Bagian dari gantry selanjutnya adalah detektor. Jenis detektor ada dua, yaitu : detektor padat (kristal) dan detektor gas.Konstruksi detektor pada tiap generasi berbeda. Seperti pada CT generasi pertama konstruksinya single detector, generasi kedua konstruksinya linier areay detector, generasi ketiga curve array detector, generasi keempat,dst konstruksi detektornya adalah stationary multy detector.
2.   Meja Pemeriksaan
Bahannya terbuat dari carbon graphite fiber. Konstruksi dari meja pemeriksaan diantaranya : dapat bergerak naik-turun, top table bergerak maju-mundur untuk keluar masuk terowongan, pada spiral CT,selama scanning meja bergersk masuk atau keluar.
3.   Operator Console
Terdiri dari meja kontrol, monitor. Sistem kontrol pada operator console diantaranya : kV, mA, HTT, Tube Indicator,dll. Operator console berfungsi sebagai sistem pengendali, pengoperasian, scanning, display, output device. Selain itu srbagai sistem archiving, menyimpan data, membuka kembali, dan mengirim.
4.      Komputer (CPU)
Terdiri dari ALU yang merupakan unit untuk melakukan operasi data, logika matematika), control unit, memory unit, display console, central processing unit. Jadi, fungsi dari CPU diantaranya adalah mengolah data, merekonstruksi gambar, memanipulasi gambar, dan menyimpan gambar.
5.      Output Devices
Terdiri dari image recording yang berfungsi untuk menyimpan gambar (di dalam magnetic disk, floppy disk), TV monitor berfungsi untuk menayangkan gambar, multiformat camera berfungsi untuk membuat format gambar, laser imager atau printer yang berfungsi untuk mencetak gambar pada film single emulsi.
Proses kerja dari CT diantaranya adalah :
            Pertama proses pada CT adalah scanning. Dengan menggunakan tube sinar-X sebagai sumber sinar radiasi yang berkas sinarnya dibatasi oleh kolimator, sinar-X tersebut menembus objek dan diarahkan ke detektor. Intensitas sinar-X yang diterima oleh detektor akan berubah sesuai dengan kepadatan tubuh sebagai objek dan detektor akan merubah sinar-X menjadi pulsa listrik. Kemudian pulsa listrik tersebut diubah menjadi data digital oleh ADC (Analog to Digital Converter). Kemudian data tersebut dkirim ke DAS (Data Acquisition System) yang nantinya data tersebut akan diatur dan dikelompokkan oleh DAS. Kemudian dicatat oleh komputer. Terutama pada CPU (central processing unit) dilakukan proses rekonstruksi gambar, kemudian proses penyimpanan gambar dan dibentuk gambar yang ditampilkan ke layar monitor pada komputer, yang akhirnya akan dicetak hasil gambaran tersebut dicetak oleh printer.
Ada beberapa proses dari rekonstruksi gambar yaitu :
1.      Matriks
Memanfaatkan sistem diagram kolom dan lajur untuk membuat rekon gambar, memanfaatkan sistem koordinat cartesius untuk menentukan posisi dan lokasi bagian atau komponen dari struktur organ, jumlah matriks makin besar, resolusi makin baik.
2.      Pixel (Picture Element)
Merupakan elemen terkecil dari gambar CT, dihasilkan oleh tembusan x-ray terhadap objek. Ditentukan oleh besar kecilnya tembusan dan tebal tipisnya potongan. Fungsi dari pixel sebagai satuan data dalam sistem rekonstruksi gambar.
3.   Voxel (Volume Element)
Merupakan sejumlah elemen gambar yang dapat disatukan untuk membentuk satu volume tertentu dari organ yang direkonstruksi. Ditentukan oleh jumlah pixel dan kemampuan perangkat rekonstruksi. Fungsinya untuk merekonstruksi sebagian dari volume organ.
4.   CT Number (Bilangan CT)
Merupakan rentang nilai untuk mewakili densiti, nilainya -1000 (udara) sampai dengan +1000 (tulang). 0 adalah nilai CT number untuk air. Besar kecil atau tinggi rendahnya dari CT Number dapat ditentukan dan diatur oleh komputer. Fungsi dari CT Number untuk mendisain kontras dan ketajaman pada penayangan gambar.
5.   Gray Scale
Yaitu skala yang dibuat untuk mengekspresikan rentang nilai densiti gambar CT pada CRT. Berupa skala abu-abu yang merupakan ekspresi dari tiap-tiap pixel. Tampilannya menurut besarnya window-width dan window-level yang ditentukan.
6.   Window Width
Merupakan rentang gelap terang atau rentang densiti. Window width dapat diperlebar maupun dipersempit menurut kebutuhan tampilan gambar tiap jenis organ yang menghasilkan ekspresi kontras gambar. Dikerjakan oleh komputer.
7.   Window Level
      Merupakan nilai densiti median dari gambar yang ditampilkan. Menghasilkan ekspresi ketajaman organ tertentu dan juga dikerjakan oleh komputer.
8.   Window Setting
Variabel yang diatur adalah window width dan window level. Tiap-tiap organ membutuhkan pengaturan tertentu untuk memperoleh resolusi gambar yang diharapkan. ROI yang berbeda dari organ yang sama, memerlukan pengaturan yang berbeda.
9.   Artifact
      Artifact adalah gangguan pada tampilan gambar akibat dari berbagai kesalahan. Contoh dari artifact diantaranya : streak artifact, beam hardening artifact, shading, ring artifact, noise.
10. Indikator Perkembangan CT
Makin compact atau ringkas komponennya, makin cepat scanning timenya, makin halus resolusinya, makin banyak slicenya, makin luas dimensinya, makin banyak manfaatnya, makin kecil bahayanya.

Perangkat Komputer

Perangkat Komputer dapat diartikan sebagai sekumpulan benda atau alat yang bekerja menurut fungsinya masing-masing dalam sebuah komputer untuk mencapai sebuah hasil dari komputer tersebut.
Pendapat masyarakat awam kebanyakan masih mengartikan komputer tersebut hanyalah model komputer PC (Portable Computer) atau Laptop saja. Padahal yang di mahsud komputer sesungguhnya adalah alat yang alat dipakai untuk mengolah informasi menurut prosedur yang telah dirumuskan.
Namun dalam hal ini yang akan saya bahas adalah PC atau Portable Computer.
PC terdiri dari beberapa komponen Utama yaitu :
1. Input Device
adalah perangkat – perangkat sebagai penginput data yang akan diolah dalam komputer, seperti data gambar, teks, audio, video, database dll.
Macam-macam Input Device :
Keyboard adalah sebuah papan(board) yang berisi serangkaian huruf, angka dan simbol2 yang memiliki peranan tersendiri dalam proses penginputan
Scanner (flat, hand, scan bar dll) adalah Alat untuk memindah data hardcopy menjadi digital
Kamera, Handycame, Microphone, dll
Mungkin anda akan bertanya, bagaimana dengan mouse? Mouse adalah alat yang digunakan untuk mempermudah user dalam mengolah data pada PC.
Maka mouse masuk dalam perangkat input, hal yang diinput mouse adalah perintah.
2. Processing Device
- CPU (Central Processing Unit) adalah perangkat keras komputer yang memahami dan melaksanakan perintah dan data dari perangkat lunak. Dalam CPU komputer PC terdapat banyak komponen, antaralain sbb:
a. Optical Drive. Berfungsi untuk membaca disk video digital.
- Bagian – bagian Optical Drive :

b. Floopy Drive. Berfungsi membaca dan menulis data ke Floopy Drive.
- Bagian-bagian Floopy Drive :


c. Hard Disk Drive. Berfungsi untuk membaca dan menulis data ke disk tetap.


d. PATA Cable. Berfungi menghubungkan drive ke motherboard.

e. SATA Cable. Berfungsi untuk menghubungkan SATA drive (ex. Hard disk) ke motherboard.

f. RAM. Berfungsi sebagai penyimpan data sementara oleh CPU.

g. Heat Sink Fan. Berfungsi sebagai kipas pendingin.

h. Power Supply. Berfungsi untuk mengkonversi listrik AC dari stopkontak ke dalam daya DC untuk komputer. Sehingga pada saat listrik mati PC masih tetap dapat menyala sementara dengan memakai daya dari Power Supply. Power Supply bukan perangkat wajib untuk sebuah PC tapi alangkah baiknya jika pada PC dipasang Power Supply, jaga-jaga jika listrik padam mendadak.
i. Mother Board. Motherboard adalah papan utama yang menghubungkan semua komponen komputer.
j. Video Adapter Card. Berfungsi sebagai penyedia kemampuan video pada komputer.
k. NIC. Berfungsi untuk menghubungkan komputer dengan network.
l. Wireless NIC. Berfungsi untuk menghubungkan komputer dengan jaringan wireless.
3. Output device
- Monitor adalah sebuah layar untuk menampilkan data atau aktivitas yang dilakukan oleh user.
- Speaker (taulah ini buat apa’an?) untuk menyajikan output suara.

- Printer, Headset dan lain-lain.








Perangkat Komputer dan Kegunaannya - Pada saat sekarang ini sudah sangat sulit menemukan orang yang belum mengenal komputer. Meski demikian mungkin sebagian besar diantara kita masih ada yang belum mengenal secara detail tentang perangkat komputer dan kegunaan dari masing-masing perangkat tersebut.

Untuk memperkenalkan lebih detail tentang komputer, maka tulisan tentang perangkat komputer dan kegunaanya ini sengaja ditulis oleh blog Karo Cyber, dan dengan tujuan agar semua orang yang sudah membaca artikel ini dapat kiranya mengenal komputer lebih dalam lagi dan bukan cuma sekedar mengenal dari bentuk fisiknya saja.

Berikut adalah penjelasan detail tentang perangkat komputer dan kegunaanya:

Perangkat komputer secara garis besar terdiri dari 2 bagian paling utama, yaitu perangkat lunak (software) dan perangkat keras (Hardware). Agar masing-masing kedua perangkat ini lebih detail lagi kita ketahui, maka berikut adalah penjelasannya:

1. Perangkat Lunak (software)

Perangkat lunak adalah istilah umum untuk data yang diformat dan disimpan secara digital, termasuk program komputer, dokumentasinya, dan berbagai informasi yang bisa dibaca dan ditulis oleh komputer. Secara garis besar perangkat lunak komputer juga masih dapat digolongkan menjadi 2 bagian, yaitu:

1). Sistem operasi

Program dasar pada komputer yang menghubungkan pengguna dengan hardware komputer. Sistem operasi yang biasa digunakan adalah Linux, Windows, dan Mac OS. Tugas sistem operasi termasuk (namun tidak hanya) mengatur eksekusi program di atasnya, koordinasi input, output, pemrosesan, memori, serta instalasi software.

2). Sistem Aplikasi
Perangkat lunak aplikasi adalah suatu subkelas perangkat lunak komputer yang memanfaatkan kemampuan komputer langsung untuk melakukan suatu tugas yang diinginkan pengguna. Biasanya dibandingkan dengan perangkat lunak sistem yang mengintegrasikan berbagai kemampuan komputer, tapi tidak secara langsung menerapkan kemampuan tersebut untuk mengerjakan suatu tugas yang menguntungkan pengguna. Contoh utama perangkat lunak aplikasi adalah pengolah kata, lembar kerja, dan pemutar media.

2. Perangkat Keras (Hardware)

Perangkat keras komputer adalah semua bagian fisik komputer, dan dibedakan dengan data yang berada di dalamnya atau yang beroperasi di dalamnya, dan dibedakan dengan perangkat lunak (software) yang menyediakan instruksi untuk perangkat keras dalam menyelesaikan tugasnya.

Berikut adalah beberapa contoh perangkat keras komputer dan kegunaanya:

1). Keyboard

Keyboard merupakan unit input yang paling penting dalam suatu pengolahan data dengan komputer. Keyboard dapat berfungsi memasukkan huruf, angka, karakter khusus serta sebagai media bagi user (pengguna) untuk melakukan perintah-perintah lainnya yang diperlukan, seperti menyimpan file dan membuka file.

2). Mouse

Mouse adalah salah unit masukan (input device). Fungsi alat ini adalah untuk perpindahan pointer atau kursor secara cepat. Selain itu, dapat sebagai perintah praktis dan cepat dibanding dengan keyboard.

3). Processor

Processor disebut juga otak dari komputer semakin bagus tipe processor maka semakin mahal pula komputer, maka processor disebut sebagai inti dari komputer. Fungsi processor adalah untuk memproses semua kegiatan yang dilakukan komputer, yang direquest pengguna.

4). Motherboard

Motherboard adalah papan sirkuit tempat berbagai komponen elektronik saling terhubung seperti pada PC atau Macintosh dan biasa disingkat dengan kata mobo.Motherboard yang banyak ditemui dipasaran saat ini adalah motherboard milik PC yang pertama kali dibuat dengan dasar agar dapat sesuai dengan spesifikasi PC IBM.

5). RAM

RAM (Random Access Memory) adalah memori utama komputer yang berfungsi untuk membaca dan menuliskan data. Dengan keberadaan RAM, maka kita bisa menjalankan 2 aktifitas sekaligus dalam sebuah komputer, yaitu menulis dan membaca data.

6). Monitor 

Monitor komputer adalah salah satu jenis soft-copy device, karena keluarannya adalah berupa sinyal elektronik, dalam hal ini berupa gambar yang tampil di layar monitor. Gambar yang tampil adalah hasil pemrosesan data ataupun informasi masukan. Monitor memiliki berbagai ukuran layar seperti layaknya sebuah televisi.

7). Power Supply 

Sesuai dengan namanya power supply ini berfungsi mengalirkan listrik ke setiap bagian komputer agar dapat berjalan sesuai dengan fungsinya.

8). Harddisk

Harddisk adalah sebuah komponen perangkat keras yang menyimpan data sekunder dan berisi piringan magnetis. Harddisk diciptakan pertama kali oleh insinyur IBM, Reynold Johnson di tahun 1956. Harddisk pertama tersebut terdiri dari 50 piringan berukuran 2 kaki (0,6 meter) dengan kecepatan rotasinya mencapai 1.200 rpm (rotation per minute) dengan kapasitas penyimpanan 4,4 MB. Harddisk saat ini sudah ada yang hanya selebar 0,6 cm dengan kapasitas 750 GB.

9). Kipas (Pendingin)

Kipas atau Pendinginan komputer dan yang sering juga disebut pendinginan CPU adalah alat yang dipasang pada bagian dalam komputer untuk mengurangi atau menghilangkan panas dari sebuah komputer.